Skip to main content

Pernikahan Nasional Tiga Bersaudara di Gedung Pewayangan Kautaman TMII

Tiga kakak beradik “ Sarah, beserta kedua kakak kembar Zaki dan Fahmi “ mempercayakan moment terpenting dalam hidup mereka kepada Sandra’s Project untuk mengatur segala sesuatunya.

Tantangan pekerjaan unik yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh Sandra’s Project dan team, mengatur dan menyatukan 3 karakter pengantin yang berbeda, tiga keluarga, puluhan sesi foto keluarga yang tidak boleh terlewatkan, memikirkan urutan kirab dan posisi di panggung pelaminan yang terbaik secara visual namun tidak menyulitkan secara teknis …. Merupakan beberapa pekerjaan rumah yang harus kami selesaikan langkah demi langkah. 

Di awali dengan terucapnya  janji suci  Sarah dan Mukhlis, Gedung Pewayangan Kautaman yang terletak di komplek TMII menjadi saksi utama. Sedangkan Kembar Zaki dan Fahmi telah melaksanakan prosesi sakral tersebut lebih dulu di kediaman mempelai wanita mereka masing-masing. Keduanya telah melaksanakan akad nikah kurang lebih 1 bulan sebelumnya. Zaki dengan pasangannya yang bernama Zi dan Fahmi dengan pasangannya yang bernama Hani.

Kebersamaan dalam kehangatan keluarga” mendasari keputusan kompak 3 bersaudara ini.

Seperti halnya ada tiga pengantin, diplataran parkir venue sudah siap tiga mobil pengantin lengkap dengan hiasan bunga.

Sejak pukul 04.00 dini hari, Sarah dan keluarga sudah tiba di venue untuk memulai persiapan make up dengan Sanggar Rias. Ia memilih konsep make up minimalis dan smoke eyes untuk dipadukan dengan hijab dan gaun muslim warna putihnya. Selama sesi make up Sarah terlihat sangat tenang.
Matahari semakin meninggi, kurang lebih pukul 07.00 pagi, penghulu sudah tiba di venue. Rombongan keluarga besar Mukhlis disambut oleh keluarga besar Sarah sebelum memasuki tempat pelaksanaan akad nikah , dilanjutkan prosesi serah terima  dan pengalungan bunga melati kepada Mukhlis yang dilakukan oleh ayah dan ibu Sarah.
Prosesi ijab qabul  berjalan khidmat, semua tamu yang hadir serta keluarga memperhatikan dengan seksama berlangsungnya moment tersebut. Meskipun Sarah tidak disandingkan, Mukhlis sedikitpun tidak terlihat gugup, justru sangat tenang. Hanya butuh 1 kali untuk mengucapkan ikrar tersebut dengan suara lantangnya.

Tertangkap lensa Zaki dan Fahmi mendampingi sang Bunda, menyaksikan sakralnya prosesi ijab qabul. Keheningan suasana yang tercipta didalam ruangan, menambah kekhusu’an mereka dalam menyaksikan moment ini. Kedatangan Sarah ketempat pelaksanaan ijab qabul -pun sangat dinantikan oleh ibu dan kakak-kakaknya, dimana kedatangan Sarah  menjadi tanda telah resminya Sarah dan Mukhlis sebagai sepasang suami istri.

Ijab qabul merupakan prosesi paling sakral dalam pelaksanaan akad nikah/ pernikahan dalam  islam. Perjanjian/ ikrar yang diucapkan oleh mempelai pria dengan singkat, padat dan jelas tapi maknanya sangat besar.

''Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia dari Ayah dan Ibunya, dosa apa saja yang telah dia lakukan, dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat. Semua yang berhubungan dengan si dia, aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung, serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku''. Demikian salah satu makna yang tersirat dalam ijab Kabul.
Ketika kata “ Sah ! “ meluncur dari kedua saksi, kebahagiaan dan kelegaan merebak ke seantero  ruangan. Kata-kata tersebut seolah menjadi panggilan pula bagi Sarah untuk ikut serta berbahagia dalam ruang pelaksanaan ijab qabul dan duduk bersanding dengan Mukhlis.


Dengan dipandu penghulu keduanya menandatangani dokumen nikah  dan akhirnya buku nikah yang menjadi bukti sahnya mereka sebagai suami istri telah diterima keduanya.



Dilanjutkan pembacaan sighat taklik atau janji pernikahan oleh Mukhlis kepada Sarah, penyematan cincin kawin, penyerahan mahar  dan terakhir Sarah mencium tangan Mukhlis. Semua moment tersebut satu persatu  diabadikan oleh fotografer Sandra’s Project.

Setelah prosesi ijab qabul/ akad nikah selesai kemudian di lanjutkan dengan acara Sungkeman. Sungkeman sendiri berasal dari kata sungkem yang artinya bersimpuh atau duduk berjongkok sambil mencium tangan.
Makna sungkeman merupakan wujud bakti anak kepada orang tua sekaligus sebagai tanda hormat anak kepada orang yang dianggap sebagai orang yang dituakan. Sungkeman dalam acara pernikahan itu sendiri bisa dimaksudkan untuk moment meminta maaf kepada kedua orang tua, memohon izin dan meminta doa bahwa dengan pernikahan ini berarti keduanya lepas dari tanggung jawab orang tua serta berterimakasih karena selama ini telah membimbing dan membesarkan.

Pelaminan megah lengkap dengan 14 kursi, bisa dibilang pemandangan yang sangat jarang kita jumpai pada acara pernikahan. Hal ini menjadi pengalaman tersendiri untuk team Sandra’s Project dan juga para tamu undangan.


Tema warna silver pink ungu menjadikan ruang resepsi Pewayangan Kautaman terlihat mewah, menambah kehangatan suasana. Karpet merah berhiaskan barisan standing flower yang menjadi pengantar para tamu undangan menuju pelaminan untuk memberikan selamat dan doa restu pada ketiga pengantin telah tergelar sempurna.

Foto studio sebelum prosesi masuk pengantin/ kirab selalu di lakukan oleh team foto Sandra’s Project dengan pertimbangan mood dan make up para pengantin dan keluarga masih segar, sehingga akan di dapat ekspresi terbaik mereka.

Selanjutnya tiga pasang pengantin ini memasuki ruang resepsi dengan diiringi kedua orang tua masing-masing serta adik dan kakak kandung. Di awali dengan pengantin utama Sarah dan Mukhlis di ikuti oleh kedua orang tua mereka lalu menyusul di belakangnya pasangan Zaki –Zi beserta orang tua Zi dan pasangan Fahmi – Hani beserta orang tua hani dan rangkaian di tutup oleh para saudara kandung dari 3 keluarga.  Pemandangan yang sangat jarang kita jumpai, tiga pasang pengantin berjalan beriringan menuju ke pelaminan.

Sambutan dari pihak keluarga dan doa, bersama-sama diamini oleh pengantin, keluarga dan para tamu undangan yang hadir. Berharap acara berjalan lancar, tidak hanya pada saat acara tetapi untuk kehidupan selanjutnya juga semoga kebahagian selalu tercurah dan ketiga pasangan tersebut menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warrahmah.

Para tamu undangan memberikan ucapan selamat dan doa restu. Kebahagian dan senyuman terpancar selalu dari ketiga pengantin sebagai ucapan terimakasih kepada para tamu atas kehadirannya dalam pesta pernikahan yang mereka selenggarakan.

Kelucuan pose para penerima tamu dan panitia keluarga diabadikan dipelaminan oleh fotografer dari Sandra’s Project. Mereka terlihat sangat kompak, tidak mau kalah dengan ketiga pengantin. Kebahagian juga terpancar dari semua yang ikut andil dalam kelancaran acara resepsi pernikahan ini
.
Ekspresi bahagia dari ketiga pengantin siang itu tak luput dari lensa fotografer Sandra’s Project, laksana raja dan ratu sehari ketiganya mencuri perhatian. Membuat semua moment yang tercipta pada hari itu seolah tak ingin diakhiri.
Kebahagian terus terpancar dari seluruh keluarga dan ketiga pengantin, senyum mereka selalu memancar sepanjang acara , kelucuan gaya dan kekompakan tiga bersaudara ini membuat acara semakin berkesan.

Selamat menempuh hidup baru Sarah dan Mukhlis, Zaki dan Zi, Fahmi dan Hani. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warrahmah…

3 Pengantin sekaligus dalam satu pesta besar ….. adalah suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Kami untuk dapat membantu terselenggaranya moment istimewa ini,  Terimakasih atas kepercayaan kepada Sandra’s Project dan team
-

Adat Pernikahan: Nasional
Lokasi: Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah.