Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2012

Pernikahan Adat Sunda Shera & Firman di Persada Sport Club

Pagi yang cerah di buka dengan senyum ceria Shera, si calon mempelai wanita. Persiapan make up dan busana yang sudah dimulai dari pukul 05.00 pagi setimpal dengan "geulis" nya sang calon pengantin. Dalam balutan kebaya berjilbab dan nuansa putih adat Sunda, Shera siap memulai akad nikah yang akan berlangsung pagi hari itu.

Sementara seyum yang sama juga terbersit pada wajah Firman calon mempelai pria. Menyiratkan pancaran hati yang pastinya sulit diungkapkan dengan ribuan kata sekalipun "picture really paints thousands of words".


Mengiringi persiapan "upacara pertemuan" antara rombongan calon mempelai pria dengan rombongan calon mempelai wanita, Sandra's Project dan team memastikan beberapa perlengkapan pendukung. Diantaranya rangkaian kalung melati untuk dikalungkan pada calon mempelai pria oleh ibunda calon mempelai wanita, air putih yang akan diminumkan pada calon mempelai pria, serta wadah emas berisi air bunga untuk acara adat…

Riasan Paes Untuk Pengantin Berjilbab

Paes jilbab mulai menjadi pilihan bagi para calon pengantin muslilm belakangan ini. Paes sendiri merupakan riasan tradisional  adat Jawa, dimana sebenarnya ada beberapa macam riasan paes dan kelengkapan busananya, terutama dari Solo (Solo Putri, Solo Basahan) dan dari Jogja (salah satunya adalah Paes Ageng).

Paes Ageng Yogjakarta merupakan salah satu trend riasan paes yang banyak dipilih sebagai paduan dari paes jilbab. Busana dan tata rias Paes Ageng Yogyakarta ini dulunya hanya boleh dipakai oleh Sultan dan kerabatnya. Setelah jaman Sultan Hamengkubuwono IX masyarakat umum dibolehkan mengenakan gaya busana pengantin ini, seperti juga kain batik yang dulu hanya boleh dikenakan oleh kerabat kerajaan.

Pada riasan jilbab Paes Ageng Yogyakarta, pengantin wanita tetap menjalani beberapa proses yang menjadi pakemnya seperti pengerikan rambut (halup halupan), pembuatan pola di bagian dahi sampai kepinggiran rambut (congkrongan) yang kemudian setelah pola terbentuk pantas pada paras sang pen…

Gedung Pernikahan Balai Sarwono

Pada bahasan gedung pernikahan kali ini pilihan Sandra’s project jatuh pada Balai Sarwono.
Yang menjadikan gedung pernikahan ini cukup unik adalah nafas Jawa yang tersemai di dalamnya.  Setiap sudutnya seakan menyapa kita dalam kerling tradisional Jawa yang cukup kental dan bersahabat. Dengan Balai Sarwono sebagai bangunan utamanya dalam area Joglo At Kemang, atmosfir layaknya suasana Solo jawa tengah dapat dirasakan  pada saat kita masuk dari gerbang utama.


Memiliki luas ruangan sekitar 420 m2, Gedung Pernikahan Balai Sarwono mampu menampung tamu hingga 200 orang, panggung dan gebyok permanen antik tradional khas Jawa, barang barang koleksi peninggalan masa lalu yang tertata dengan cantik, menjadikan Balai Sarwono layak dipertimbangkan sebagai pilihan gedung pernikahan pada hari istimewa Anda.


Pendopo Solo yang menjadi perluasan dari area pesta dari Gedung Pernikahan Balai Sarwono juga tidak kalah menariknya. Pada bangunan yang didominasi kayu ala Jawa ini akad nikah / pemberkatan bi…